Kinara Darma; Jadi, Apa Mimpi Lo?

(Foto: Dok. RamskiPutra)

Panggil saja Kinara Darma, sebutan untuk karya Yoga Prathama dan istrinya, Utari Intan yang ambil bagian di pameran seni instalasi ‘Wave of Tomorrow’ yang berlangsung 19-28 Oktober 2018 lalu di The Tribrata, Jakarta Selatan.

Bukan sekadar asal nama, Kinara berarti titik temu dan Darma berarti tugas hidup kebajikan. Dengan menggabungkan kata, visual dan pengalaman hidup, mereka menghubungkan energi baik untuk merayakan kehidupan dalam berbagai bentuk seni.

Pssst, ada cerita dibalik Kinara Darma. Di mana empat bulan yang lalu, Yoga dan Utari membuat sebuah konsep namun berakhir pada pertanyaan besar. Apa mimpi lo? Bukan sekedar pertanyaan namun juga sebuah pengingat.

Memasuki bulan kedua, Kinara Darma memulai produksi berkolaborasi dengan Modulight. Tim khusus yang mengubah seni naratif menjadi desain cahaya dan sistem integrasi menghasilkan Voice from the other side yang menggabungkan lima elemen: kata, visual, cahaya, proyeksi & interaktivitas teknologi.

Voice from the other side adalah cerita tentang bagaimana kita harus terus mendorong batas untuk mencapai apa yang kita inginkan dalam hidup. Gabungan lima elemen ini memberikan pengalaman baru dalam menikmati pesan di dalam sebuah karya seni.

Sebuah slinder berisi kata-kata dari cerita, lalu diproyeksikan. Melambangkan sebuah pikiran dalam kehidupan seorang manusia.

Jadi apa mimpi lo?

Nanti juga lo paham

Apapun bisa terjadi hari ini

Kita tidak akan bisa jadi yang terbaik

Jangan percaya kalau ada yang bilang

Masa depan itu cerah

Masih banyak yang harus kita lakukan

Kita juga harus tahu

Hidup itu gila

Berhasil itu cuma angan-angan semu

Jangan pernah percaya kata-kata

Kita bisa jadi apapun yang kita mau

Buka mata

Ini realitanya

Karena

Selalu ada sisi lain yang belum lo lihat

Karena

Ini realitanya

Buka mata

Kita bisa jadi apapun yang kita mau

Jangan pernah percaya kata-kata

Berhasil itu cuma angan” semu

Hidup itu gila!

Kita juga harus tahu

Masih banyak yang harus kita lakukan

Masa depan itu cerah

Jangan pernah percaya kalau ada yang bilang

Kita tidak akan bisa jadi yang terbaik

Apapun bisa terjadi hari ini

Nanti juga lo paham

Jadi apa mimpi lo?

Melalui perangkat audio visual, puisi-puisi Kinara Darma menghasilkan dua mood kontradiktif di mana terbaca penuh nada pesimis jika dibaca dari atas ke bawah, namun akan bernada optimis jika dibaca dari bawah ke atas.

Tidak jauh-jauh dari mana inspirasi ini datang… Hanya berdasarkan cerita sehari-hari. Sadar atau tidak, banyak opini berseberangan. Banyak orang cuma mau mendengarkan satu sisi saja. Makanya cerita karya ini dihadirkan dari dua sisi.

“Jadi yang mau kita tanyakan itu mimpi. Mimpi itu luas dan besar. Ada yang jangka pendek ada yang jangka panjang.  Kenapa kita tanyakan apa mimpi lo? Karena akhirnya emang kebanyakan orang yang sudah masuk instalasi ini, mereka jadi keinget lagi. Jadi pengingat aja sih,” jelas Yoga.

“Di sini, mau ajak orang-orang untuk punya pengalaman. Untuk akhirnya lihat dari sisi lain. Pertama kali didengarkan ceritanya pesimis dan negatif. Saat di sisi lain kita tampilkan dengan cerita yang sama, malah jadi positif. Kita mau ajak orang lihat sesuatu dari segala sisi. Nggak dari satu sisi saja,” tutur Yoga.

Lalu apa kendalanya? “Jadi sebenarnya bukan kendala. Jadi sebenarnya lebih gimana kita bisa menyuarakan suara, tepatnya lebih menyamakan frekuensi,” ungkapnya.

Jadi apa mimpi lo?

Jovia

CONTRIBUTOR WRITER

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.